Tampilkan postingan dengan label Elektronika Analog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Elektronika Analog. Tampilkan semua postingan

Pengganda Tegangan


A. Pengganda Tegangan Setengah Gelombang




Pada pengganda tegangan setengah gelombang terdiri dari dua siklus yaitu :

1. Siklus Negatif
 Prinsip Kerja :
D1 Forward ---->D2 Reverse----->  Arus mengalir mengisi C1 yang besarnya Vmak.





2. Siklus Positif
Prinsip Kerja :
D1 Reverse ------>D2 Forward ------>Arus mengalir mengisi C2 yang besarnya 2Vmak.
VC2 = 2 (V1 + VC1)
        = 2Vmak

B. Pengganda Tegangan Gelombang Penuh

Pada pengganda tegangan gelombang penuh terdiri dari dua siklus yaitu :

1. Siklus Negatif
Prinsip Kerja:
D1 Forward ---->D2 Reverse ----->Arus mengalir mengisi C1 sebesar Vp.





2. Siklus Negatif

Prinsip Kerja :
D1 Reverse ----> D2 Forward ----->Arus mengalir mengisi C2 sebesar 2Vp.
VC2 = (VP(C1) + VP)
       = 2VP

 

Read more

Karakteristik dan Fungsi Penguat Transistor

Berikut ini adalah karaktristik dan fungsi penguat transistor :

1. Penguat Kelas A
    Karakteristik :
  • Efisiensi= 25%, 75% panas. Sehingga pada penguat kelas A perlu ditambahkan pembuang panas seperti heatsink atau dengan menambahkan resistor di kaki emitter.
  • Cocok digunakan untuk modulasi amplitude :AM, ASK, QAM.
  • Lineritas paling bagus.
  • Terjadi perbedaan fasa 180 derajat.
  • Nilai penguatannya >0,7 dengan catatan gelombang keluaran tidak boleh cacat.
  • Ketika tidak ada sinyal masukan, maka transistor akan tetap mengkonsumsi arus listrik.
  • Sinyal keluarannya bekerja aktif
  • Fidelitas yang tinggi.
  • Bentuk sinyal keluarannya sama persis dengan input.
  • Efisiensi yang rendah (25%-50%).
  • Transistor selalu ON sehingga sebagian besar sumber caru daya terbuang menjadi panas.
  • Transistor penguat kelas A perlu ditambah dengan pendingin ekstra (misalnya heatsink yang lebih besar).
  • Cocok digunakan pada penguatan berdaya kecil.
     Fungsi :
     Penguat kelas A cocok digunakan pada penguat awal (pre amplifier) karena mempunyai distorsi yangkecil. Pecinta audio percaya bahwa penguat audio Kelas A memberikan mutu suara yang tinggi karena bekerja pada kawasan linier dan lebih dan lebih menyukai menggunakan tabung elektron ketimbang transistor.

2. Penguat Kelas B
     Karakteristik :
  • Efisiensi lebih tinggi  (50 - 70)%.
  • Ada pemotongan sinyal maka penguat B dibuat B dibuat "push pull"
  • Phush pull/transistor bekerja bergantian antara Q1 (NPN) dan Q2 (PNP).
  • Panas yang dihasilkan tidak terlalu besar.
  • Adanya cacat silang (cros over).
  • Tegangan power supply +, - dan ground.
  • Titik kerja penguat kelas B berada dititik cut-off transistor.
  • Batasan tegangan 0,6V.
     Fungsi :
     Penguat kelas B cocok dipakai pada penguat akhir sinyal audio karena bekerja pada level tegangan yang relatif tinggi (diatas 1 Volt). Dalam aplikasinya, penguat kelas B menggunakan sistem konfigusi push-pull yang dibangun oleh dua transistor. Penguat Kelas B tunggal jarang dipergunakan dalam praktik, meskipun dapat dimanfaatkan sebagai penguat daya frekuensi radio (RF) yang tidak terlalu memperhatikan cacat yang timbul.

3. Penguat Kelas AB
     Karakteristik :
  • Efisiensi (sekitar 50% - 75%) dengan memperhatikan fidelitas sinyal keluaran.
  • Terjadi pelebaran sinyal pada kedua transistornya aktif ketika saat transisi (gumming).
  • Titik kerja sedikit di atas daerah cut off.
  • Phus pull/Transistor bekerja bergantian antara Q1 (NPN) dan Q2 (PNP).
  • Panas yang dihasilkan tidak terlalu besar.
  • Tidak terjadi cacat (cross over)
  • Fidelitas tinggi.
  • Tegangan Power supply +, - dan Ground.
     Fungsi :
     Penguat kelas AB merupakan kompromi antar efisiensi dan fidelitas penguat. Dalam aplikasinya penguat kelas AB banyak menjadi pilihan sebagai penguat audio.

4. Penguat Kelas C
    Karakteristik :
  • Efisiensi = 85%, 15% panas.
  • Linieritas paling jelek.
  • Ada pemotongan sinyal >180 derajat.
  • Hanya memerlukan satu Transistor.
  • Bekerja aktif hanya pada fasa positif.
  • Fidelitas lebih rendah dari kelas AB.
  • Sering dipakai dalam rangkaian osilator pemancar.
  • Bekerja di daerah aktif / linier.
    Fungsi :
    Penggunaan umum untuk penguat  Kelas C ini adalah dalam pemancar RF di situ cacat yang terjadi dapat sangat dikurangi  dengan menggunakan beban yang ditala pada frekuensi tertentu.

Semoga bermanfaat....





Read more